
TERNATE, KOWAR.CO.ID-Seorang warga penyandang disabilitas di Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate, mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah sepanjang hidupnya yang telah mencapai 52 tahun.
Ahmad Zakaria, warga RT 04 RW 02 Kelurahan Dufa-Dufa, mengatakan dirinya tidak pernah tersentuh program bantuan sosial, baik yang bersifat reguler maupun program khusus bagi penyandang disabilitas, sejak kecil hingga kini.
“Mulai dari kecil sampai besar belum pernah,” ujarnya, Minggu (6/9/2026).
Ahmad diketahui memiliki keterbatasan fisik yang membuatnya tidak bisa lagi melaut seperti pekerjaannya semasa muda. Ia kini bekerja sebagai buruh di kawasan pelabuhan dengan penghasilan tidak menentu.
“Kalau penyakitnya sudah sembuh, saya masih mau kembali melaut. Tapi kalau belum sembuh, belum bisa,” katanya.

Selain berharap dapat kembali melaut, Ahmad juga menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan modal usaha jual-beli ikan dari pemerintah guna menopang kehidupannya ke depan.
“Kalau pemerintah memberikan modal usaha, supaya bisa buat kehidupan selanjutnya. Saya ingin usaha jual-beli ikan,” harapnya.
Di luar aktivitasnya sebagai buruh, Ahmad juga mengaku memiliki minat di bidang musik. Ia pernah aktif dalam kelompok musik dan kerap mengisi kegiatan masyarakat, termasuk jendang sahur saat Ramadan.
Ahmad mengaku telah menciptakan sekitar 20 lagu sepanjang hidupnya. Namun kini hanya sekitar 10 lagu yang masih ia ingat. Gitar yang dulu digunakan untuk bermain musik kini sudah dalam kondisi rusak.
“Kalau lagu yang saya bikin mungkin sekitar 20. Sekarang mungkin yang masih saya ingat sekitar 10 lagu,” tuturnya.
Ia berharap bisa memiliki gitar baru untuk kembali bermain dan menciptakan lagu.
Sementara itu, Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Sosial tengah memperkuat sistem pendataan sosial melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Pemutakhiran data berbasis verifikasi lapangan di tingkat kelurahan terus dilakukan agar program perlindungan sosial tepat sasaran.
Namun, nama Ahmad disebut belum pernah tercatat sebagai penerima manfaat dalam program bantuan sosial apa pun.
Kasus Ahmad menjadi catatan tersendiri di tengah upaya pemerintah memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial. Petugas kelurahan diharapkan dapat melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi Ahmad untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan. Jika namanya belum terdaftar, maka mekanisme pemutakhiran data perlu segera ditempuh.(Tim)












Tinggalkan Balasan