TERNATE, KOWAR.CO.ID-Program Beasiswa Generasi Emas yang digagas Kapolda Maluku Utara mendapat apresiasi dari Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Maluku Utara.

Ketua Harian DPD PA GMNI Maluku Utara, Mudasir Ishak, menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di kalangan mahasiswa.

Menurut Mudasir, visi Kapolda Maluku Utara tidak hanya diarahkan pada penguatan sumber daya manusia di lingkungan internal kepolisian, tetapi juga diperluas ke dunia kampus melalui kolaborasi dengan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus.

“Bagi kami, ini merupakan panggilan moril dan hati nurani terhadap generasi muda Maluku Utara. Program ini adalah langkah nyata dalam pengembangan sumber daya manusia,” kata Mudasir.

Ia mengatakan keterlibatan organisasi kepemudaan dalam program tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara kepolisian, kampus dan kelompok mahasiswa.

Terlebih, kata dia, kondisi fiskal negara dan daerah saat ini turut memberikan tekanan terhadap sektor pendidikan. Karena itu, keberadaan program beasiswa dinilai dapat membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan kapasitas organisasi.

“Di tengah situasi fiskal negara dan daerah yang mempengaruhi sektor pendidikan secara langsung, Program Generasi Emas ini sangat membantu para aktivis untuk lebih bersemangat dalam pengembangan SDM di kampus dan roda organisasi,” ujarnya.

PA GMNI Maluku Utara juga berharap proses pendataan yang dilakukan melalui pihak kampus dapat membuka akses yang lebih besar bagi kader-kader OKP Cipayung Plus yang berprestasi.

Mudasir menilai mahasiswa yang aktif dalam organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam mencetak generasi pemimpin. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan kapasitas mereka dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.

“Kami berharap jumlah penerima Beasiswa Generasi Emas melalui pendataan pihak kampus lebih didominasi kader-kader OKP Cipayung Plus yang berprestasi,” katanya.

Selain itu, Mudasir mengapresiasi keterlibatan sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dalam mendukung pendanaan Beasiswa Generasi Emas.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan SDM tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Sebagai alumni organisasi Cipayung Plus, perencanaan dan visi besar Polda Maluku Utara terkait Beasiswa Generasi Emas bagi mahasiswa adalah sebuah kerja nyata sebagai pelayan masyarakat dalam pengabdian kepada bangsa. Kami sangat mendukung sepenuhnya,” ujar Mudasir.

Ia berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak mahasiswa berprestasi di Maluku Utara.

Bagi PA GMNI, kata Mudasir, peran kepolisian dalam pembangunan tidak hanya diukur dari aspek penegakan hukum dan pelayanan masyarakat, tetapi juga dari kontribusinya dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

“Selain penegakan hukum dan pelayanan masyarakat oleh Polda Maluku Utara, peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia juga merupakan bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat,” katanya. (Tim)