
TERNATE, KOWAR.CO.ID-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara memastikan pasokan listrik di wilayah Ternate dan Tidore dalam kondisi andal. Per Agustus 2026, sistem kelistrikan di kedua daerah tersebut tercatat masih memiliki cadangan daya sebesar 11 Megawatt (MW).
Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ternate, Cahyo Tri Hartoyo, mengungkapkan hal tersebut saat menggelar media gathering dan kunjungan lapangan (site visit) bersama awak media di Kota Ternate, Rabu (23/9/2026).
Cahyo menjelaskan bahwa daya mampu pasok sistem Ternate-Tidore saat ini mencapai sekitar 61 MW. Sementara itu, beban puncak tertinggi yang tercatat hingga Agustus lalu hanya sekitar 50 MW. Selisih antara daya mampu dan beban puncak itulah yang menjadi cadangan daya tersedia.
“Jadi kita masih memiliki cadangan sekitar 11 megawatt. Ini menunjukkan bahwa sistem kita masih memiliki ruang untuk mengantisipasi kenaikan beban atau kondisi darurat,” ujar Cahyo.
Sistem kelistrikan Ternate-Tidore didukung oleh sejumlah pembangkit, termasuk PLTD Kaimera, PLTM Kastela, PLTD Tidore, serta PLTD sewa di Kastela. Interkoneksi antara kedua pulau tersebut dikelola melalui Gas Insulated Substation (GIS) Ternate dan disalurkan menggunakan dua kabel laut menuju PLTD Tidore.

Dalam kunjungannya ke ULTG Ternate di Kelurahan Kayu Merah, awak media diperlihatkan langsung kondisi infrastruktur kunci, yakni Gardu Induk (GI) Kastela dan GIS Ternate. Jaringan transmisi yang menghubungkan keduanya membentang sepanjang 15,5 kilometer dengan dukungan 23 menara transmisi.
Cahyo mengakui bahwa lokasi GI Kastela yang berbatasan langsung dengan laut menjadi tantangan teknis tersendiri. Efek penggaraman udara laut berpotensi mempercepat korosi pada peralatan kelistrikan. Untuk itu, PLN melakukan pemeliharaan intensif, termasuk rehabilitasi dan pembersihan rutin terhadap komponen proteksi dan pemutus tenaga.
“Berbeda dengan GI Kastela yang menggunakan teknologi konvensional (Air Insulated Substation), GIS Ternate memanfaatkan gas SF6 sehingga lebih kompak dan efisien untuk lahan perkotaan,” tambahnya.
Guna memastikan keandalan jaringan, PLN juga mengintegrasikan teknologi modern dalam pemeliharaannya. Selain inspeksi manual, perusahaan plat merah tersebut menggunakan drone berbasis kamera thermal untuk mendeteksi anomali atau hotspot pada isolator dan menara transmisi secara lebih presisi.
Langkah-langkah strategis ini diambil PLN untuk memastikan stabilitas pasokan listrik tetap terjaga, mendukung aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat di wilayah Ternate dan Tidore. (Tim)












Tinggalkan Balasan