
TERNATE, KOWAR.CO.ID-“Malu rasanya mendengar ada orang tua mengeluh anaknya sampai ‘berak’ di celana.” Kalimat pedas ini dilontarkan Ketua Bapemperda DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, setelah menemukan fakta mencengangkan satu sekolah dengan 500 siswa hanya memiliki satu toilet aktif.
Teguran keras (warning) ini disampaikan Nurlaela kepada Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Ternate untuk serius mengimplementasikan Perda Kota Layak Anak Nomor 1 Tahun 2019, khususnya mengenai pemenuhan amanah Sekolah Ramah Anak (SRA).
Langkah ini dipicu oleh banyaknya temuan di lapangan, Jumat (25/09), serta aduan dari para orang tua siswa tingkat SD dan SMP terkait minimnya fasilitas sanitasi yang layak di sekolah.
Miris, 500 Siswa Hanya Ditopang 1 ToiletÂ
Dalam sidak dan serapan aspirasi masyarakat di salah satu sekolah SD di Kecamatan Ternate Tengah, Bapemperda menemukan ketidakseimbangan parah antara jumlah peserta didik dan ketersediaan fasilitas kamar mandi.

Salah satu contoh ekstrem menunjukkan sekolah dengan jumlah 500 siswa hanya memiliki satu toilet aktif yang dapat digunakan.
“Ini sangat memalukan. Sekolah kita belum sepenuhnya ramah dan inklusif dalam memenuhi hak dasar anak,” tegas Nurlaela Syarif kepada kowar.co.id, Minggu (27/6/2026).
Ketidaktersediaan sanitasi yang memadai bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan bentuk pengabaian terhadap hak kesehatan dan martabat anak di lingkungan belajar.
Dorong Alokasi Dana BOS dan BOSDA Untuk Sanitasi
DPRD Kota Ternate menegaskan bahwa rekomendasi perbaikan telah disampaikan berulang kali kepada pihak sekolah dan dinas terkait.
Sebagai solusi konkret, Nurlaela meminta Diknas menginstruksikan setiap Kepala Sekolah untuk mengalokasikan anggaran khusus. Beberapa poin penekanan DPRD meliputi:
Pemanfaatan Dana BOS & BOSDA: Disisihkan secara transparan untuk pemeliharaan, perbaikan fisik, hingga insentif petugas kebersihan toilet.
Penyesuaian Rasio: Memastikan jumlah toilet sebanding dengan total siswa.
Pengawasan Rutin:Diknas diminta tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi rutin melakukan evaluasi di lapangan.
Meski demikian, Bapemperda tetap memberikan apresiasi kepada sejumlah kepala sekolah yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kebersihan dan kesesuaian rasio sanitasi bagi para siswanya.
Mengapa Sanitasi Layak Penting Bagi Sekolah Ramah Anak
Dari perspektif edukasi dan kesehatan, toilet sekolah yang bersih dan memadai memiliki dampak langsung terhadap tumbuh kembang anak
Kesehatan Fisik:Menahan buang air secara berulang dapat memicu Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan gangguan pencernaan pada anak.
Kenyamanan Psikologis: Lingkungan yang bersih membuat siswa belajar lebih fokus tanpa merasa cemas terhadap fasilitas dasar mereka.
Pendidikan PHBS: Sanitasi sekolah adalah sarana edukasi karakter nyata agar anak terbiasa menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sejak dini.
DPRD Kota Ternate berharap Dinas Pendidikan bergerak cepat merespons evaluasi ini demi mewujudkan Kota Ternate sebagai Kota Layak Anak yang nyata, bukan sekadar status di atas kertas. (Tim)












Tinggalkan Balasan