
TERNATE, KOWAR.CO.ID-Lapangan Kelurahan Kulaba, Minggu (4/10/2026) sore, bukan sekadar menjadi panggung perebutan trofi. Di sana, kaki-kaki muda beradu, sekaligus mempertontonkan potensi yang bisa menjadi modal pembinaan sepak bola Kota Ternate.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, menutup Turnamen Sepak Bola Gawang Sedang Kulaba Cup III dengan satu pesan: kompetisi tingkat kelurahan jangan berhenti sebagai tontonan dan perebutan juara. Ia harus menjadi ruang menemukan bibit atlet.
Rizal mengapresiasi konsistensi pemuda Kelurahan Kulaba yang selama tiga tahun terakhir mampu mempertahankan turnamen tersebut. Menurutnya, keberlanjutan kompetisi akar rumput seperti Kulaba Cup penting karena pembinaan atlet tidak selalu lahir dari lapangan besar dan kompetisi resmi.
“Pemerintah Kota Ternate melalui Dispora bersama KONI telah berkomitmen untuk melakukan pembinaan atlet olahraga, tidak hanya sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lainnya,” ujar Rizal.
Bagi pemerintah kota, kompetisi semacam Kulaba Cup dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan. Pemain muda mendapat ruang bertanding, mengukur kemampuan, sekaligus memperlihatkan potensi yang bisa ditindaklanjuti melalui pembinaan lebih serius.

Karena itu, Rizal berharap Kulaba Cup tidak berhenti pada level pertandingan antar-RT. Ia mendorong penyelenggara memperluas jangkauan peserta sehingga turnamen ke depan mampu mempertemukan lebih banyak pemain dan tim dari luar Kelurahan Kulaba.
“Harapannya, kegiatan ini terus dijaga dan ditingkatkan sehingga tidak hanya menjadi ajang sepak bola antar-RT, tetapi pesertanya bisa lebih luas, termasuk dari luar Kelurahan Kulaba,” katanya.
Di titik itu, Kulaba Cup memiliki arti lebih dari sekadar kompetisi tahunan. Turnamen yang digagas pemuda setempat tersebut bisa menjadi semacam laboratorium kecil untuk melihat bagaimana talenta sepak bola tumbuh dari lingkungan masyarakat.
Selain menjadi ruang kompetisi, kegiatan itu juga mempertemukan warga dari berbagai latar dan memperkuat silaturahmi antarmasyarakat. Olahraga menjadi pintu masuk untuk membangun kebersamaan sekaligus menghidupkan aktivitas kepemudaan.
Penutupan Kulaba Cup III turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ternate Sutopo Abdullah, Camat Ternate Barat Hamid Muhammad, Lurah Kulaba, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, panitia, serta warga Kulaba dan wilayah sekitarnya.
Rizal juga menyampaikan selamat kepada tim yang berhasil menjadi juara. Kepada para pemain, ia berpesan agar kemenangan tidak menjadi garis akhir.
Lapangan Kulaba, dengan segala keterbatasannya, justru bisa menjadi tempat awal sebuah perjalanan. Dari kompetisi kampung, bukan mustahil muncul pemain yang kelak memperkuat Ternate di panggung yang lebih besar.
Rizal kemudian menyerahkan hadiah kepada tim juara Kulaba Cup III tahun 2026 sebagai penanda berakhirnya turnamen. (Tim)












Tinggalkan Balasan