TERNATE, KOWAR.CO.ID-Perjuangan Ahmad Zakaria (52), penyandang disabilitas asal Kota Ternate, Maluku Utara, mulai mendapat perhatian setelah kisah dan kondisi kehidupannya diberitakan.

Curhatan Ahmad Zakaria kini bahkan sampai ke Jakarta. Ia mendapat kesempatan melakukan video call (VC) bersama Agung, Juru Bicara Staf Khusus Menteri Bidang Peningkatan Peran dan Usaha Disabilitas.

Dalam komunikasi tersebut, Ahmad menyampaikan secara langsung kondisi yang sedang dihadapi, kemampuan yang dimiliki, serta harapannya untuk mendapat kesempatan agar kembali produktif dan mandiri.

Meski memiliki keterbatasan fisik, Ahmad tetap aktif menjalani berbagai kegiatan. Ia mampu memainkan gitar, berenang, memancing, bahkan menciptakan sejumlah lagu daerah Maluku Utara.

Kemampuan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang bagi seseorang untuk berkarya dan mengembangkan potensi.

Namun, kondisi penyakit maag yang belakangan dialaminya membuat aktivitas Ahmad semakin terbatas. Ia tidak lagi dapat melaut seperti sebelumnya, padahal aktivitas tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Karena itu, Ahmad berharap perhatian yang datang dari Jakarta tidak berhenti pada komunikasi semata. Ia menginginkan adanya pendampingan, kesempatan usaha, pelatihan, maupun program pemberdayaan yang sesuai dengan kemampuan dan potensi dirinya.

Wartawan Ikut Kawal

Perjuangan Ahmad Zakaria juga mendapat dukungan dari sejumlah wartawan di Maluku Utara.

Para jurnalis menyatakan akan terus mengawal persoalan masyarakat kurang mampu, termasuk penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan dan potensi, tetapi belum memperoleh dukungan yang memadai.

Penyandang disabilitas, menurut mereka, tidak semestinya hanya diposisikan sebagai penerima bantuan.

Mereka juga berhak mendapatkan akses terhadap pelatihan, pemberdayaan, kesempatan usaha, serta ruang untuk mengembangkan kemampuan agar dapat hidup lebih mandiri.

Kisah Ahmad Zakaria menjadi gambaran bahwa masih terdapat penyandang disabilitas yang memiliki potensi besar, namun membutuhkan akses dan kesempatan untuk berkembang.

Kini, setelah curhatannya mendapat respons dari Jakarta melalui komunikasi dengan Agung, masyarakat menantikan tindak lanjut nyata dari pihak terkait.

Harapannya, perhatian tersebut tidak berhenti pada video call, tetapi berlanjut menjadi program pendampingan dan pemberdayaan yang benar-benar menyentuh kebutuhan Ahmad Zakaria.

Ahmad Zakaria tidak ingin hanya dikasihani. Ia ingin diberi kesempatan untuk berkarya dan mandiri.

Dari Ternate, suara Ahmad kini telah sampai ke Jakarta. (Tim)