TERNATE, KOWAR.CO.ID-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Ternate membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Menurut Abubakar, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perubahan teknologi yang berlangsung cepat dan kebutuhan industri yang terus bergerak dinamis. Karena itu, peningkatan kualitas dan keterampilan peserta didik tidak bisa hanya dibebankan kepada guru.

“Kolaborasi atau kerja sama antara kepala sekolah, guru dan murid merupakan kunci utama untuk menciptakan ekosistem sekolah yang aman, nyaman dan bermakna,” ujar Abubakar Abdullah saat memimpin apel pembinaan kedisiplinan di SMK Negeri 2 Ternate, Senin (21/2026).

Ia mengatakan, sekolah harus menjadi ruang yang mampu memberikan harapan bagi masa depan peserta didik. Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh unsur di lingkungan sekolah perlu terbuka memberikan masukan dan bersama-sama memperbaiki berbagai kekurangan.

“Tugas menciptakan kualitas dan skill bagi pelajar memang memiliki tantangan tersendiri. Karena itu saya ajak kerja sama, saling memberikan masukan kalau ada kekurangan. Ciptakan agar sekolah ini kondusif, nyaman bagi orang untuk datang bersekolah,” katanya.

Abubakar juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan harus dijawab melalui kerja nyata. Sekolah, kata dia, tidak cukup hanya menjalankan rutinitas pembelajaran, tetapi harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas peserta didik.

“Ciptakan sekolah ini memiliki harapan bagi masa depan anak-anak yang hari ini mendapat sejumlah kepercayaan masyarakat kepada lembaga dan institusi ini. Karena itu mari kita balikan ini dengan kerja nyata, kerja cerdas dan kita memberikan kontribusi yang berarti bagi upaya kita untuk meningkatkan kualitas peserta didik,” ujarnya.

Ia menekankan, sekolah yang menjadi harapan bagi masa depan anak-anak harus mampu menyediakan ruang bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara optimal.

Sekolah, menurutnya, tidak lagi cukup diposisikan sebagai tempat untuk menghafal teori. Lingkungan pendidikan harus aman, adaptif, sekaligus memberikan bekal keterampilan yang relevan dengan kehidupan nyata dan perkembangan dunia kerja.

Apel pembinaan kedisiplinan tersebut diikuti Kepala SMK Negeri 2 Ternate, para wakil kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik. Kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan kedisiplinan dan karakter di lingkungan sekolah. (Tim)