TERNATE, KOWAR.CO.ID-Benturan etik mewarnai aktivitas DPRD Kota Ternate. Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK), Muslim Sahil, justru datang sekitar dua setengah jam setelah rapat resmi bersama Sekretariat DPRD dimulai. Ia tiba sekitar pukul 11.30 WIT, ketika rapat yang dijadwalkan pukul 09.00 WIT itu telah berakhir, Senin (21/9/2026).

Muslim Sahil datang bersama anggota DPRD Kota Ternate, Zulfikri Andili. Keduanya muncul ketika agenda rapat sudah bubar dan sebagian peserta telah meninggalkan lokasi.

Setibanya di kantor DPRD, Muslim bahkan sempat menanyakan kepada staf apakah rapat masih berlangsung.

“Rapat sudah selesai?” tanyanya.

Posisi Muslim sebagai Wakil Ketua BK membuat keterlambatan tersebut mendapat sorotan lebih tajam. BK merupakan alat kelengkapan DPRD yang memiliki tugas menjaga kehormatan, etika, dan kedisiplinan anggota dewan.

Persoalan semakin mencuat ketika kedatangan keduanya didokumentasikan awak media. Zulfikri Andili terlihat keberatan dan menegur wartawan dengan nada tinggi.

“Ngoni ambil foto, bkiapa ni?” ucap Zulfikri sambil menunjuk ke arah wartawan yang melakukan peliputan di Sekretariat DPRD Kota Ternate.

Peristiwa tersebut memunculkan dua persoalan dalam satu momentum, yakni kepatuhan terhadap agenda resmi DPRD dan sikap anggota dewan terhadap kerja jurnalistik yang mendokumentasikan aktivitas mereka di ruang publik.

Sementara itu, informasi dari lingkungan DPRD menyebutkan Muslim Sahil dan Zulfikri Andili selanjutnya dijadwalkan mengikuti pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 bersama Bapelitbangda, BPKAD, BP2RD dan Dinas PUPR.

Namun, agenda berikutnya tidak menghapus fakta bahwa keduanya tidak hadir dalam rapat bersama sekretariat sesuai jadwal.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan dari Muslim Sahil maupun Zulfikri Andili mengenai alasan keterlambatan tersebut.

Sorotan akhirnya kembali pada konsistensi tata tertib di DPRD Kota Ternate. Sebab, ketika seorang pimpinan BK yang memiliki mandat menjaga etik dan disiplin anggota dewan tercatat datang setelah rapat selesai, pertanyaan tentang konsistensi penegakan aturan menjadi tak terhindarkan. (Tim)