
JAKARTA, KOWAR.CO.ID-Tokoh senior Partai Golongan Karya (Golkar), Azis Samual, mendorong DPP Partai Golkar segera menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) untuk menegaskan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hingga Pemilu 2029.
Di saat yang sama, Azis mendesak DPP Golkar mengambil tindakan tegas terhadap kader maupun pengurus partai yang terbukti terlibat kasus korupsi, termasuk mereka yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.
Pernyataan itu disampaikan Azis saat menanggapi pidato Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, pada peringatan HUT ke-28 PAN, 18 September 2026.
Azis mengapresiasi langkah politik PAN yang secara tegas menyatakan kesetiaan dan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto menuju Pemilu 2029. Menurutnya, DPP Partai Golkar perlu segera menyusul langkah tersebut melalui Rapimnas sebagai forum resmi pengambilan keputusan partai.
“Dinamika politik hari ini membutuhkan keberlanjutan kepemimpinan (sustainable authority) demi menjaga stabilitas nasional. Kepastian politik jangka panjang ini sangat krusial untuk memberikan sentimen positif bagi pasar dan menjaga kepercayaan publik serta investor terhadap arah kebijakan pemerintah,” tegas Azis saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (22/9/2026).

Selain persoalan arah politik partai, Azis menyoroti isu integritas di internal Golkar. Ia mendesak DPP Partai Golkar melakukan pembersihan secara masif di seluruh tingkatan organisasi.
Desakan tersebut merespons masih adanya pengurus dan kader Partai Golkar yang terseret kasus korupsi, termasuk kasus OTT yang belakangan ini kembali melibatkan kader partai.
Azis meminta seluruh kader atau pengurus di semua tingkatan yang terbukti terlibat kasus korupsi atau terkena OTT KPK segera diberhentikan atau dipecat dari kepengurusan.
Begitu pula kader yang berstatus sebagai mantan narapidana kasus korupsi. Menurut Azis, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan Partai Golkar tidak dinilai masyarakat luas sebagai bunker atau “tempat perlindungan” bagi para pelaku kejahatan korupsi.
“Langkah tegas pembersihan internal dari kader bermasalah hukum merupakan komitmen nyata Partai Golkar dalam mendukung penuh visi Presiden Prabowo Subianto. Dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak cukup hanya disampaikan melalui jargon atau forum politik, melainkan harus dibuktikan dengan tindakan konkret menjaga integritas partai pendukung agar senafas dengan semangat pemberantasan korupsi yang digaungkan Kepala Negara,” tambah Azis.
Azis menilai pembersihan institusi partai dari pengurus yang terseret kasus korupsi maupun mantan narapidana kasus korupsi menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, kuat, dan berwibawa (clean and strong governance).
Dengan menjaga integritas partai dari praktik korupsi, menurut Azis, Partai Golkar dapat menjadi pilar konsolidasi politik yang solid dan terpercaya dalam mengawal setiap program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk kesejahteraan rakyat.
Dukung Prabowo Tindak Tegas Menteri Korupsi
Di samping pembenahan internal partai, Azis juga menegaskan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap para menteri di Kabinet Merah Putih yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
Sikap tegas tersebut dinilai Azis sejalan dengan cita-cita menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih (clean governance), demi terwujudnya stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Dukungan tanpa ragu kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan paling tegas terhadap menteri maupun pejabat kabinet yang terlibat kasus korupsi. Kepercayaan rakyat dan stabilitas pemerintahan harus berada di atas kepentingan politik mana pun, sehingga penegakan hukum yang konsisten dan tanpa pandang bulu di jajaran kabinet menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar,” tegas Azis.
Menurut Azis, langkah berani Presiden dalam menindak tegas para pembantunya yang melenceng akan semakin memperkuat legitimasi serta kewibawaan pemerintahan di mata publik dan dunia internasional.
“Dengan Kabinet Merah Putih yang bersih dari praktik korupsi, roda pemerintahan dapat bergerak efektif, fokus mewujudkan program strategis nasional, serta memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar berdampak bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Azis. (Tim)












Tinggalkan Balasan