
SOFIFI, KOWAR.CO.ID-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara segera menurunkan tim ke perairan Jikotamo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.
Langkah ini diambil menanggapi fenomena berubahnya warna air laut menjadi hijau yang memicu keresahan warga setempat.
Kepala DKP Maluku Utara, Kadri La Etje, memastikan bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) akan bergerak ke lokasi pada Minggu malam (2/8/2026) untuk melakukan pengambilan sampel air.
Tindakan ini bertujuan untuk mengungkap penyebab perubahan warna air secara ilmiah, bukan berdasarkan dugaan semata.
“Malam nanti DKP melalui UPT akan menuju ke lokasi untuk mengambil sampel air,” ujar Kadri.

Menurut Kadri, sampel yang diambil akan diuji di laboratorium menggunakan dua parameter kunci, yaitu Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Kedua parameter tersebut merupakan standar dalam mengukur kualitas perairan serta mendeteksi adanya indikasi pencemaran organik atau kimia.
“Kita akan menguji dua parameter tersebut sehingga diketahui penyebab yang menimbulkan pencemaran. Hasilnya nanti menjadi dasar bagi kami bersama pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan,” jelasnya.
Fenomena air laut berwarna hijau di Jikotamo memang tidak lazim dan berbeda dari kondisi normal yang biasanya berwarna biru. Perubahan visual ini telah memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan keterkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan tambang nikel di Pulau Obi.
Meski demikian, Kadri menekankan pentingnya objektivitas dalam menyikapi isu ini. Ia mengajak semua pihak untuk menunggu hasil analisis resmi sebelum menarik kesimpulan.
“Semua spekulasi itu masih sebatas dugaan. Karena itu kami segera mengambil sampel untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya,” tegasnya.
Hasil pengujian ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan ilmiah mengenai kondisi ekosistem perairan Jikotamo. Apabila ditemukan indikasi pencemaran yang berdampak terhadap lingkungan laut maupun aktivitas nelayan, pemerintah berkomitmen untuk mengambil langkah penanganan yang tepat. (Tim)












Tinggalkan Balasan