
TERNATE, KOWAR.CO.ID-Kinerja Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Matheos Matulessy, kembali menjadi sorotan tajam.
Ia dinilai gagal memimpin fungsi Humas lembaga tersebut, ditandai dengan minimnya respons terhadap media massa dan lemahnya komunikasi publik terkait penanganan perkara.
Penilaian buruk ini memicu desakan keras dari Front Anti Korupsi Maluku Utara agar Matheos segera dicopot dari jabatannya.
Dalam aksi di depan kantor Kejati Malut, Kamis (27/8/2026). Koordinator aksi Juslan Latif menegaskan bahwa kegagalan membangun sinergi dengan eksternal adalah pelanggaran terhadap tupoksi utama seorang Kasi Penkum.
“Seorang Kasi Penkum harus punya skill komunikasi internal dan eksternal yang baik. Tapi yang kami lihat, Matheos gagal pimpin Humas Kejati. Kinerjanya lemah, jadi harus dievaluasi dan bila perlu dicopot,” tegas Juslan.

Juslan juga memberikan ultimatum kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara, Roberthus Melchisedeck Tacoy. Jika Kajati abai terhadap kegagalan bawahan ini, massa akan melaporkan kelalaian tersebut ke Jaksa Agung RI.
Kegagalan Matheos dalam memimpin Humas juga dikeluhkan oleh para sejumlah wartawan ketika hendak mengkonfirmasi berita jarang direspon dan terkesan memilih wartawan dalam menyampaikan informasi.
Samaun Alkatiri, pimpinan media lokal, menyebut bahwa upaya konfirmasi yang dilakukan sering kali tidak digubris sama sekali. Padahal, peran Humas sangat vital untuk menjembatani informasi antara institusi penegak hukum dengan masyarakat.
“Pak Kasipenkum perlu tahu, media di Malut banyak. Ketika ada desakan publik soal kasus tertentu, konfirmasi ke Humas harus direspon. Jangan diam saja atau terkesan pilih kasih,” kritik Samaun.
Samaun menyoroti adanya penurunan kualitas pelayanan informasi dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, sikap abai dan diskriminatif dalam memberikan akses berita adalah bukti nyata bahwa Matheos tidak mampu menjalankan roda Humas secara profesional.
“Kalau dulu intens berkomunikasi, sekarang malah sulit dihubungi. Saya sependapat kalau dia harus dicopot karena gagal pimpin Humas dengan adil,” pungkas Samaun. (Tim)












Tinggalkan Balasan