
TERNATE, KOWAR.CO.ID-Proses transisi kepemimpinan di Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (FEB Unkhair) diwarnai ketegangan internal.
Liswati, Ketua Umum terpilih periode 2026-2027, secara tegas menolak adanya intervensi dari oknum pengurus periode sebelumnya dalam penyusunan struktur kepengurusan baru.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan Liswati menanggapi sejumlah komunikasi via grup WhatsApp dan pesan pribadi yang diduga berisi tekanan, pojokan, hingga upaya “titipan” jabatan dari pihak-pihak yang tidak lagi memiliki kewenangan organisasi.
“Setelah pertanggungjawaban pengurus lama diterima dan disahkan dalam Musyawarah Besar (Mubes), hak prerogatif untuk membentuk kabinet sepenuhnya berada di tangan formatur, yaitu Ketua dan Wakil Ketua terpilih. Kami tidak menerima campur tangan pihak manapun,” ujar Liswati saat melalui siaran persnya, Sabtu (12/9/2026).
Liswati terpilih bersama Rujia Husen sebagai Wakil Ketua Umum melalui mekanisme aklamasi dalam Mubes yang digelar pada Kamis (4/9/2026) di Auditorium Lantai 4 FEB Unkhair. Namun, pasca-Mubes, muncul dugaan bahwa sebagian anggota pengurus lama, termasuk yang berinisial FS dan GA, masih mencoba mempengaruhi keputusan strategis, seperti penunjukan Kabid PAO.

Selain intervensi struktural, Liswati juga menyikapi keras dugaan praktik “haus jabatan”. Seorang oknum berinisial JB dilaporkan menghubungi pihaknya untuk meminta posisi spesifik dan menitipkan nama teman-temannya. Ketika permintaan itu ditolak karena alasan kapabilitas dan kuota yang sudah terpenuhi, oknum tersebut dikabarkan mengancam tidak akan bergabung dengan himpunan.
“Ini bukan tentang siapa yang dapat jabatan, tapi tentang siapa yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Himapro adalah wadah proses belajar, bukan tempat penitipan ambisi pribadi,” tegas Liswati.
Menurut Liswati, integritas regenerasi organisasi harus dijaga agar Himapro Manajemen dapat tetap menjadi wadah yang sehat bagi mahasiswa. Ia berharap para senior atau pengurus lama dapat memberikan bimbingan yang konstruktif alih-alih melakukan tekanan yang justru menimbulkan pesimisme di tubuh kepengurusan baru.
Hingga saat ini, Liswati dan Rujia Husen terus melanjutkan konsolidasi internal untuk segera mengumumkan susunan lengkap kepengurusan Himapro Manajemen Unkhair periode 2026-2027 tanpa tunduk pada tekanan eksternal. (Tim)












Tinggalkan Balasan