JAKARTA, KOWAR.CO.ID-Pemerintah Provinsi Maluku Utara meraih dua penghargaan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/5/2026)

Dua penghargaan itu adalah Terbaik II Akses dan Kualitas Kesehatan serta Terbaik II Implementasi Program 3 Juta Rumah. Penghargaan tersebut disertai insentif fiskal Rp 1,5 miliar untuk bidang kesehatan dan tambahan alokasi 250 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan penghargaan itu merupakan hasil kerja pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, serta tenaga pelayanan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Terima kasih kepada Kemendagri dan kementerian terkait atas apresiasi dan dukungannya,” kata Sherly usai menerima penghargaan.

Menurut Sherly, penghargaan bukan tujuan akhir. Ia menyebut ukuran keberhasilan pemerintah daerah terlihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat semakin mudah berobat, anak-anak semakin mudah mengakses pendidikan, lingkungan semakin baik, dan semakin banyak keluarga memiliki rumah yang layak,” ujarnya.

Sherly menegaskan insentif yang diperoleh pemerintah daerah harus dikonversi menjadi manfaat konkret bagi masyarakat.

“Prestasi kita syukuri. Insentif kita ubah menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Selain Pemprov Maluku Utara, sejumlah kabupaten dan kota di Maluku Utara juga memperoleh penghargaan. Kabupaten Halmahera Tengah meraih Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah dan Terbaik III Akses dan Kualitas Kesehatan. Kota Tidore Kepulauan meraih Terbaik II Akses dan Pelayanan Pendidikan serta Terbaik II Pengelolaan Sampah dan Lingkungan. Adapun Kota Ternate meraih Terbaik III Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi merupakan bentuk penghargaan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja. Ajang tersebut diharapkan mendorong pemerintah daerah memperkuat pelayanan publik dan menghasilkan capaian yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Bagi Sherly, penghargaan tahun ini membawa tambahan sumber daya untuk dua kebutuhan dasar, yakni layanan kesehatan dan hunian layak. Tantangannya kini adalah memastikan penghargaan dan insentif tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih mudah diakses masyarakat. (Tim)