
HALUT, KOWAR.CO.ID-Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Ir. Ruslan Rizal, bersama timnya melakukan kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke Desa Asmiro, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga setempat, Jumat (18/9/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta kebutuhan riil masyarakat. Fokus utama tinjauan adalah realisasi pemasangan bronjong sebagai pengaman tebing dan pelindung permukiman warga.
Bagi masyarakat Desa Asmiro, infrastruktur ini memiliki makna mendalam. Bronjong diharapkan dapat meminimalisir risiko kerusakan akibat gerusan air dan luapan sungai, terutama saat musim hujan. Realisasi ini menjadi momentum yang lama dinantikan, mengingat aspirasi penanganan perlindungan permukiman telah disampaikan kepada Balai Wilayah Sungai sejak 2015.
Setelah melewati proses panjang meliputi perencanaan, pengusulan, verifikasi, dan tahapan teknis, pekerjaan tersebut akhirnya terealisasi pada 2026.
Kepala Desa Asmiro beserta warga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terwujudnya program ini. Mereka berharap infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi keselamatan dan kenyamanan hidup, sekaligus menjadi benteng perlindungan dari ancaman banjir musiman.

Menyoroti aspek keberlanjutan, Kepala Satker PJSA Ir. Ruslan Rizal menekankan peran vital partisipasi masyarakat.
“Infrastruktur sumber daya air harus dirawat bersama. Tanpa partisipasi aktif warga dalam pengawasan, bronjong ini rentan rusak. Mari kita jaga bersama aset negara ini demi keselamatan jangka panjang,” kata Ruslan.
Kegiatan ini mencerminkan harmonisasi antara aspirasi masyarakat, ketepatan perencanaan teknis, eksekusi pembangunan, serta evaluasi pasca-konstruksi.
Kehadiran bronjong ini bukan sekadar penyelesaian proyek teknis, melainkan bukti nyata bahwa suara warga didengar. Bagi Desa Asmiro, akhir dari penantian 11 tahun ini menjadi simbol harapan baru bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air kini semakin responsif, tepat sasaran, dan benar-benar berpihak pada keselamatan masyarakat. (Tim)












Tinggalkan Balasan