TERNATE, KOWAR.CO.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara mulai memetakan kebutuhan sarana dan prasarana 230 Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui aplikasi SASADU.

Sistem digital ini dirancang untuk menyatukan pendataan, verifikasi, penetapan prioritas hingga perkiraan kebutuhan biaya pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

SASADU diluncurkan di Hotel Sahid Bela Ternate, Rabu (23/9/2026). Aplikasi tersebut menjangkau 230 SMA yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Analis Kebijakan Publik, Hasanudin Ali, mengatakan SASADU merupakan singkatan dari Sinergi Analisa Sarpras, Aset, Data dan Aduan.

Menurut Hasanudin, aplikasi tersebut dibangun untuk menjawab persoalan pendataan sarana dan prasarana sekolah yang selama ini dikumpulkan melalui jalur berbeda-beda.

“Selama ini pendataan sarana dan prasarana sekolah dikumpulkan melalui jalur yang terpisah-pisah, sehingga sulit diperiksa ulang dan bentuk datanya tidak seragam,” kata Hasanudin Ali kepada KOWAR.CO.ID, Jumat (25/9/2026).

Persoalan pendataan semakin kompleks karena kondisi geografis Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan. Sebanyak 230 sekolah tersebar di 105 kecamatan, sehingga verifikasi langsung ke lapangan membutuhkan waktu dan biaya yang besar.

Melalui SASADU, seluruh satuan pendidikan mengisi data dalam satu sistem dengan format yang seragam. Data yang telah diperiksa dan disahkan Dinas selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan usulan anggaran.

Dengan sistem tersebut, kebutuhan antarsekolah dapat dibandingkan menggunakan ukuran yang sama.

Data Pokok Menjadi Titik Awal

Berbeda dengan pendataan sebelumnya, satuan pendidikan tidak diminta mengisi data dari nol. Identitas sekolah, data ruang dan meubelair telah terisi lebih dahulu berdasarkan Data Pokok Pendidikan.

Operator sekolah cukup memeriksa kembali, memperbaiki bagian yang tidak sesuai serta melengkapi data yang belum tercatat.

Mekanisme tersebut membuat perbedaan antara data pokok dengan kondisi sebenarnya di lapangan dapat terlihat. Selisih data itu sekaligus menjadi bahan untuk memperbaiki kualitas Data Pokok Pendidikan.

Prioritas Ditetapkan dengan Ukuran yang Sama

SASADU menghitung skor prioritas setiap satuan pendidikan berdasarkan lima unsur, yakni tingkat kerusakan bangunan, kekurangan ruang kelas, prasarana wajib yang belum terpenuhi, kepadatan peserta didik dan kerusakan meubelair.

Susunan bobotnya mengikuti tiga kriteria umum penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan, yaitu kondisi kerusakan, kebutuhan pembangunan prasarana dan kebutuhan peralatan.

Seluruh bobot bersifat tetap dan terbuka sehingga hasil pemeringkatan dapat diperiksa.

Dengan mekanisme tersebut, penetapan prioritas tidak lagi ditimbang kasus per kasus, tetapi menggunakan ukuran yang sama bagi seluruh 230 satuan pendidikan.

Dari data yang sama, aplikasi turut menghitung perkiraan kebutuhan biaya pembangunan dan rehabilitasi. Perhitungan menggunakan harga satuan konstruksi yang berbeda untuk setiap kabupaten dan kota dengan mengikuti Indeks Kemahalan Konstruksi setempat.

Masyarakat Dapat Ikut Melapor

SASADU menyediakan Layanan Aduan Masyarakat yang terbuka bagi siapa saja tanpa perlu membuat akun maupun kode akses.

Peserta didik, orang tua, guru, komite sekolah hingga warga di sekitar sekolah dapat melaporkan kondisi sarana dan prasarana yang membutuhkan perhatian.

Setiap aduan memperoleh kode tiket. Melalui kode tersebut, pelapor dapat memeriksa tindak lanjut, membaca jawaban Dinas serta memberikan tanggapan kembali. Identitas pelapor bersifat pilihan dan dapat dikosongkan.

Kecerdasan Buatan Sebagai Pendamping

Aplikasi SASADU dilengkapi fitur pembacaan data berbasis kecerdasan buatan.

Seluruh angka dihitung oleh aplikasi, sedangkan kecerdasan buatan hanya membaca hasil perhitungan dan menyusun penjelasannya dalam bahasa yang lebih mudah dipahami.

Kecerdasan buatan ditempatkan sebagai pendamping pengambilan keputusan, bukan pengambil keputusan. Penetapan bantuan tetap dilakukan melalui mekanisme perencanaan Dinas.

Pengisian Data Dimulai

Kode akses SASADU telah dibagikan kepada seluruh satuan pendidikan. Pengisian data berlangsung hingga [TENGGAT PENGISIAN].

Data yang telah diverifikasi Dinas akan menjadi dasar penyusunan usulan anggaran sarana dan prasarana pendidikan tahun [TAHUN ANGGARAN].

Dinas mengimbau seluruh satuan pendidikan mengisi data secara cermat dan sesuai kondisi sebenarnya di sekolah.

Ketelitian pengisian dinilai penting karena akan menentukan ketepatan pemetaan kebutuhan serta perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di Provinsi Maluku Utara.

Tentang SASADU

SASADU merupakan aplikasi berbasis web yang dapat dibuka melalui peramban pada telepon genggam maupun komputer tanpa perlu dipasang.

Aplikasi ini dirancang ringan agar tetap dapat diakses pada kondisi sambungan internet terbatas di wilayah kepulauan.

Dikembangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, SASADU menyediakan tiga pintu masuk, yakni Satuan Pendidikan, Manajemen Dinas dan Layanan Aduan Masyarakat.

Nama SASADU terinspirasi dari Rumah Adat Sasadu Suku Sahu, rumah bersama yang terbuka tanpa dinding dan pintu.

Narahubung

[NAMA LENGKAP]

[JABATAN]

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara

Telepon/WhatsApp: [NOMOR]

Surel: sasadu.provmalut@gmail.com