
TERNATE, KOWAR.CO.ID-Satu unit ambulans laut harus melayani tiga wilayah kepulauan terluar Kota Ternate. Kondisi ini dinilai belum ideal, terutama ketika pasien dari Pulau Moti membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan di Kota Ternate.
DPRD Kota Ternate melalui Komisi III mendorong pengadaan satu unit ambulans laut tambahan yang dikhususkan untuk Kecamatan Pulau Moti pada tahun anggaran 2027.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Najib Thalib, mengatakan saat ini ambulans laut yang tersedia melayani tiga kecamatan terluar, yakni Batang Dua, Hiri dan Moti.
Dengan kondisi geografis yang terdiri dari pulau-pulau, satu armada dinilai belum mampu memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, terutama ketika terdapat pasien yang membutuhkan rujukan secara bersamaan.
“Ini sudah jadi komitmen Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yaitu Bapelitbanda dari aspek perencanaan, Dinas Kesehatan aspek pelayanan dan Dinas Perhubungan dari sisi pemanfaatan armada ambulans laut,” ujar Najib, Kamis (1/10).

Menurut dia, persoalan bukan sekadar jumlah armada, tetapi juga rentang kendali dan waktu tempuh antarpulau yang harus diperhitungkan dalam pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Muslim Sahil, mengatakan kebutuhan tambahan ambulans laut semakin terlihat dari tingginya pasien rujukan dari wilayah kepulauan, khususnya Moti dan Batang Dua.
Berdasarkan data penggunaan ambulans laut tahun 2026 hingga semester akhir, kata Muslim, pasien rujukan dari Puskesmas Kecamatan Moti menuju fasilitas kesehatan di Kota Ternate termasuk yang tertinggi.
“Kami sudah konsultasi dengan OPD terkait dan perlu dipastikan tahun anggaran 2027, tambahan ambulans laut khusus bagi Kecamatan Pulau Moti harus terealisasi,” tegas Muslim.
Ia mengatakan, satu unit ambulans laut yang saat ini tersedia diusulkan lebih difokuskan untuk melayani Batang Dua karena jarak tempuhnya yang relatif jauh. Sementara kebutuhan masyarakat Moti akan didorong melalui pengadaan armada tambahan.
“Jadi usul kami yang sudah tersedia saat ini dikhususkan untuk Batang Dua karena jarak tempuh jauh, kami kawal untuk tambahan satu unit di tahun anggaran 2027 khusus Moti,” katanya.
Menurut Muslim, pengadaan armada tambahan tersebut akan menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan. DPRD bersama OPD terkait akan mengawal usulan tersebut mulai dari aspek perencanaan hingga pembahasan anggaran.
“Komisi III DPRD Ternate akan kawal ketat dalam pembahasan sampai pengesahan RAPBD tahun 2027. Harus pengadaan tambahan satu unit ambulans laut khusus Pulau Moti dapat terealisasi,” ujar Ketua DPC Hanura Kota Ternate itu.
Ia menambahkan, kondisi geografis Kota Ternate yang memiliki wilayah kepulauan membutuhkan dukungan sarana transportasi kesehatan yang memadai agar proses rujukan pasien dari pulau terluar tidak terkendala persoalan jarak dan keterbatasan armada. (Tim)












Tinggalkan Balasan