YOGYAKARTA, KOWAR.CO.ID-Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Siswa Nasional Indonesia (DPP GSNI) bersinergi dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Wisma Kagama, Yogyakarta, pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 kader muda GSNI.

Hadir sebagai pemateri utama, Ir. Bambang Wuryatno, MBA., atau yang akrab disapa Bambang Patjul. Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai hafalan, tetapi sebagai pedoman hidup.

Bambang Patjul mengajak para peserta untuk memandang Pancasila bukan sekadar rumusan formal di atas kertas konstitusi. Menurutnya, esensi Pancasila justru ditemukan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

“Membumikan Pancasila tidak selalu harus melalui hal-hal yang besar dan seremonial. Ia terlihat dari bagaimana kita memandang sesama, menyikapi perbedaan, mengambil keputusan, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” ujar Bambang di hadapan para kader.

Bagi GSNI, diskusi mengenai Pancasila sangat relevan dengan dinamika yang dihadapi generasi muda saat ini. Nilai-nilai luhur bangsa tersebut dianggap krusial ketika mampu menjadi lensa bagi pemuda dalam memahami persoalan bangsa dan menentukan sikap.

Ketua Umum DPP GSNI, M. Fadil Tegar Syafian, menambahkan bahwa ruang dialog seperti ini vital untuk menjaga agar Pancasila tetap menjadi narasi yang hidup di kalangan generasi muda.

“Pancasila bukan sesuatu yang selesai untuk dibicarakan. Ia terus menemukan maknanya dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu terus berdialog, membaca keadaan, dan mencari bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat hadir secara nyata dalam kehidupan kita,” tegas Fadil.

Fadil juga menyoroti bahwa pendekatan terhadap Pancasila haruslah kontekstual. Alih-alih menjadikannya konsep yang jauh dan abstrak, Pancasila perlu didekatkan dengan pengalaman empiris dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

” Melalui sosialisasi ini, DPP GSNI dan MPR RI berharap dapat mempertemukan gagasan kebangsaan dengan realitas generasi muda,” ujarnya.

Di tengah masyarakat yang terus berubah, Pancasila diharapkan tetap menjadi titik temu yang memungkinkan keberagaman hadir tanpa mengikis persatuan.

Kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk merawat pembicaraan tentang empat pilar kebangsaan sebagai bagian integral dari kehidupan berbangsa, bukan sekadar pengetahuan statis, melainkan nilai yang terus dihidupi dan diteruskan antar-generasi. (Tim)